Pembekalan dan Pelantikan PKM dan Dokter Kecil Angkatan V MI Tahassus Maarif NU Prapagkidul: Menyiapkan Generasi Pelopor Disiplin, Kepedulian, dan Pengabdian

Prapagkidul, 6 Juli 2026 – MI Tahassus Ma'arif NU Prapagkidul kembali melaksanakan salah satu program unggulan bidang kesiswaan, yaitu Pembekalan dan Pelantikan Patroli Keamanan Madrasah (PKM) dan Dokter Kecil (Dokcil) Angkatan V. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Minggu–Senin, 5–6 Juli 2026 ini, diikuti oleh 56 siswa terpilih dari kelas IV yang telah melalui proses seleksi.

Program PKM dan Dokter Kecil merupakan wadah pembinaan karakter bagi peserta didik agar tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, peduli terhadap lingkungan, serta siap menjadi teladan bagi teman-temannya. Mereka bukan hanya diberikan seragam dan amanah, tetapi juga dipersiapkan melalui proses pembinaan yang matang agar mampu menjalankan tugas dengan penuh dedikasi.

Kegiatan dimulai pukul 09.00 WIB dengan pembukaan yang dipimpin oleh Kepala Madrasah, Ibu Zuliana, S. Pd., Gr. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa menjadi anggota PKM dan Dokter Kecil adalah sebuah kehormatan sekaligus amanah yang harus dijaga dengan sebaik-baiknya. Beliau berharap seluruh peserta mampu menjadi contoh dalam kedisiplinan, kebersihan, kepedulian, dan akhlak mulia di lingkungan madrasah maupun di tengah masyarakat.

Acara dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars MI Tahassus sebagai bentuk penanaman rasa cinta tanah air sekaligus kebanggaan terhadap almamater. Semangat nasionalisme dan kecintaan terhadap madrasah menjadi pondasi penting sebelum para peserta menerima amanah sebagai pelopor kebaikan.


Selanjutnya, peserta mengikuti kontrak belajar yang dipimpin oleh Pembina madrasah, Bapak Zuhro, M. Ag. Kontrak belajar ini menjadi komitmen bersama agar seluruh peserta mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan penuh kesungguhan, disiplin, tanggung jawab, serta saling menghormati selama proses pembekalan berlangsung.

Bekal Menjadi Pelopor Kebaikan

Memasuki sesi materi, peserta mendapatkan berbagai pembekalan yang dirancang untuk membentuk karakter sekaligus meningkatkan kemampuan mereka sebagai anggota PKM dan Dokter Kecil.

Materi pertama disampaikan oleh anggota Polsek Pituruh yang memberikan edukasi mengenai kenakalan remaja, perilaku positif, pentingnya menaati aturan, serta penerapan gaya hidup sehat. Sebagai calon PKM dan Dokter Kecil, materi ini menjadi bekal penting agar mereka mampu menjadi contoh dalam menjaga perilaku, menghindari pengaruh negatif, serta mengajak teman-temannya untuk hidup tertib dan sehat.


Materi berikutnya disampaikan oleh Bapak Herman, S. Pd. tentang kreativitas. Peserta diajak untuk berpikir kreatif dalam menghadapi berbagai situasi dan permasalahan yang mungkin ditemui saat menjalankan tugas. Kreativitas menjadi modal penting agar anggota PKM dan Dokter Kecil mampu memberikan solusi, membuat inovasi kegiatan, serta menghadirkan semangat positif di lingkungan madrasah.


Selanjutnya, Bapak Syarif Hidayatulloh, S. Pd. I. menyampaikan materi mengenai leadership (kepemimpinan) dan teamwork (kerja sama). Melalui berbagai permainan dan aktivitas kelompok, peserta belajar bahwa keberhasilan sebuah tim tidak ditentukan oleh kemampuan individu semata, melainkan oleh kekompakan, komunikasi, saling percaya, dan semangat untuk saling membantu. Nilai-nilai inilah yang nantinya akan menjadi bekal utama ketika mereka menjalankan tugas sebagai PKM maupun Dokter Kecil.


Materi terakhir disampaikan oleh Ibu Ida Faridlatul Muna, S. Pd. mengenai Cinta Tanah Air. Melalui materi ini peserta diajak untuk memahami bahwa mencintai Indonesia dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana, seperti menjaga kebersihan, menaati aturan, menghargai keberagaman, serta menjaga nama baik madrasah. Dengan demikian, menjadi anggota PKM dan Dokter Kecil juga merupakan bentuk nyata pengabdian kepada bangsa yang dimulai dari lingkungan sekolah.


Belajar Kebersamaan dalam Kehidupan Sehari-hari

Di sela-sela kegiatan materi, peserta melaksanakan makan siang bersama. Kegiatan ini bukan sekadar memenuhi kebutuhan fisik, tetapi juga menjadi sarana pembentukan jiwa korsa dan rasa kebersamaan. Setiap beberapa menit lauk-pauk diputar agar setiap peserta dapat merasakan makanan milik peserta lain. Selain itu, apabila ada teman yang belum mampu menghabiskan makanannya, peserta lain harus turut membantu hingga tidak ada makanan yang terbuang.

Melalui kegiatan sederhana tersebut, anak-anak belajar tentang kebersamaan, saling peduli, menghargai nikmat Allah Swt., serta membangun rasa senasib dan sepenanggungan sebagai satu keluarga besar PKM dan Dokter Kecil.


Di tengah rangkaian kegiatan, peserta juga melaksanakan shalat Zuhur berjamaah yang dilanjutkan dengan membaca Surah Al-Waqi'ah bersama. Pembiasaan ini menjadi pengingat bahwa setiap aktivitas hendaknya selalu dilandasi dengan ibadah dan doa agar ilmu yang diperoleh membawa keberkahan.

Menjelang sore hari, peserta mandi, sholat Ashar berjamaah, lalu makan sore bersama, kemudian melaksanakan shalat Magrib berjamaah yang dilanjutkan dengan tadarus Al-Qur'an. Kebiasaan ini menjadi bagian dari pembentukan karakter religius yang senantiasa menjadi ciri khas peserta didik MI Tahassus Ma'arif NU Prapagkidul.


Menguatkan Semangat Meraih Masa Depan

Sambil menunggu waktu Isya, peserta mendapatkan kultum dari Bapak Zuhro, M. Ag. Dalam tausiyahnya beliau mengingatkan pentingnya semangat belajar, berkhidmah kepada guru, menghormati orang tua, serta menjaga akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari. Beliau menegaskan bahwa ilmu tanpa akhlak tidak akan membawa keberkahan.


Setelah melaksanakan shalat Isya berjamaah, kegiatan dilanjutkan dengan Training Motivation yang juga dipandu oleh Bapak Zuhro, M. Ag.


Dalam sesi tersebut beliau mengajarkan konsep 5G Meraih Kesuksesan di Masa Depan, yaitu:

  • G1 – Goal, memiliki tujuan dan cita-cita yang jelas.
  • G2 – Grip, memiliki daya juang dan pantang menyerah.
  • G3 – Growth Mindset, memiliki pola pikir yang terus berkembang dan mau belajar.
  • G4 – Gratitude, menjadi pribadi yang sopan, santun, dan berakhlak mulia.
  • G5 – Godly, senantiasa menguatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Suasana pelatihan berlangsung sangat hidup. Di sela-sela penyampaian materi, Bapak Zuhro menghadirkan berbagai ice breaking yang membuat peserta tetap bersemangat hingga malam hari. Menariknya, setiap permainan selalu disisipkan pesan kehidupan, salah satunya bahwa orang yang ingin sukses tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan. Kesempatan yang datang harus segera dimanfaatkan, karena siapa yang terlambat akan kalah/tertinggal oleh orang lain.


Pukul 21.30 WIB, peserta membersihkan diri dan beristirahat bersama kelompok masing-masing sebagai persiapan menghadapi kegiatan yang paling berkesan pada dini hari.

Prosesi Baiat, Momen Penuh Makna

Tepat pukul 02.00 WIB, peserta dibangunkan dan berkumpul bersama kelompok masing-masing. Dengan didampingi guru pendamping, mereka berjalan menembus dinginnya malam menuju sebuah lapangan yang telah dipersiapkan sebagai lokasi prosesi baiat.

Perjalanan tersebut bukan sekadar perpindahan tempat, tetapi menjadi simbol perjuangan seorang pemimpin yang harus mampu melawan rasa malas, rasa kantuk, serta berbagai tantangan dalam mengemban amanah.


Sesampainya di lokasi, seluruh peserta berdiri membentuk setengah lingkaran. Dalam suasana yang khidmat, mereka mendengarkan renungan yang disampaikan oleh Ibu Guru. Renungan tersebut mengajak peserta untuk mengingat perjuangan orang tua, jasa para guru, serta besarnya amanah yang akan mereka emban sebagai anggota PKM dan Dokter Kecil.

Satu per satu peserta kemudian mengikuti prosesi baiat. Mereka membasuh wajah dengan air bunga sebagai simbol penyucian niat dan tekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Selanjutnya mereka memberikan hormat dan mencium Bendera Merah Putih serta Bendera MI Tahassus sebagai lambang kesetiaan kepada bangsa dan kecintaan terhadap almamater.


Momen paling membanggakan tiba ketika setiap peserta menerima seragam kehormatan PKM dan Dokter Kecil yang diberikan langsung oleh Kepala Madrasah, Ibu Zuliana, S. Pd., Gr., kemudian menerima doa restu dari Pembina, Bapak Zuhro, M. Ag.

Setelah seluruh peserta mendapatkan seragam, mereka mengucapkan Sumpah Baiat PKM dan Dokter Kecil yang dipimpin langsung oleh Ibu Kepala Madrasah. Sumpah tersebut menjadi ikrar untuk menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, menjaga nama baik madrasah, serta mengabdikan diri demi terciptanya lingkungan belajar yang aman, sehat, dan nyaman.

Usai prosesi baiat, peserta berwudhu, melaksanakan shalat sunnah qabliyah Subuh, berzikir bersama, kemudian melaksanakan shalat Subuh berjamaah.

Menjadi Pelayan dan Teladan

Setelah sholat Subuh, peserta melaksanakan jalan sehat/jalan pagi kembali menuju madrasah. Sesampainya di madrasah mereka menikmati snack pagi, kemudian bersama-sama membersihkan lingkungan madrasah, mandi, mengenakan seragam baru kebanggaan mereka, sarapan bersama, serta mengemas seluruh barang-barang mereka.

Kegiatan bersih-bersih menjadi pengingat bahwa seorang anggota PKM dan Dokter Kecil bukanlah sosok yang ingin dilayani, melainkan pribadi yang siap melayani, menjaga kebersihan, dan memberikan teladan melalui tindakan nyata.

Haru Menutup Perjalanan

Rangkaian kegiatan ditutup melalui Upacara Penutupan dan Pelantikan PKM dan Dokter Kecil Angkatan V. Dalam suasana penuh kebanggaan, seluruh peserta resmi dilantik sebagai anggota PKM dan Dokter Kecil MI Tahassus Ma'arif NU Prapagkidul dengan penyematan pin PKM dan Dokter Kecil.

Momen paling mengharukan terjadi saat kegiatan sungkeman kepada orang tua. Satu per satu orang tua menghampiri putra-putri mereka yang kini telah mengenakan seragam kebanggaan. Pelukan hangat, ciuman, dan doa mengiringi pertemuan tersebut.

Diiringi lantunan puisi yang menyentuh hati, banyak peserta yang tak kuasa menahan air mata. Begitu pula para orang tua yang larut dalam suasana haru dan bangga melihat putra-putri mereka tumbuh menjadi pribadi yang lebih dewasa, siap menerima amanah, dan siap berkhidmah.

Tangis yang mengalir bukanlah tanda kelemahan, melainkan ungkapan syukur, cinta, dan harapan agar amanah yang baru diterima mampu dijalankan dengan sebaik-baiknya.


Selamat kepada seluruh PKM dan Dokter Kecil MI Tahassus Ma'arif NU Prapagkidul Angkatan V.

Selamat mengemban amanah, selamat berkhidmah, dan selamat menjadi pelopor kedisiplinan, kesehatan, keteladanan, serta akhlakul karimah. Jadilah pribadi yang senantiasa siap melayani, menginspirasi, dan memberikan manfaat bagi madrasah, masyarakat, agama, bangsa, dan negara. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan, keikhlasan, dan keberkahan dalam setiap langkah pengabdian. Aamiin.

Artikel lainnya
MI Tahassus Peroleh Juara I Lomba Bacaan Sholat
MI Tahassus kembali memperoleh prestasi, melalui ananda Sofia N yang mendapat peringkat I dalam rangka lomba bacaan sholat tingkat Kabupaten yang diselenggarakan oleh IPPNU
PPDB MI Tahassus Prapagkidul
Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) merupakan langkah awal dalam bidang pendidikan yang menjadi agenda rutin tiap tahunnya dengan dua mekanisme yaitu luar jaringan (offline) dan dalam jaringan (online).
Pelatihan Website bagi Guru Madrasah
Madrasah Ibtidaiyah Tahassus Ma’arif NU Prapagkidul mengadakan pelatihan pengelolaan website bagi guru madrasah pada Sabtu (21/01/23). Pelatihan ini berguna untuk meningkatkan kualitas keterampilan guru dalam menghadapi tantangan 5.0.
Mengintip Kegiatan Tasmi Program Mulazamah
Tahfidz Qur’an adalah sebuah program kegiatan unggulan yang dimiliki oleh MI Tahassus Ma’arif NU Prapagkidul. Kegiatan menghafal Al-Qur’an menjadi sebuah budaya bagi seluruh warga sekolah, dimana setiap pagi terdengar lantunan ayat-ayat Al-Quran
Mars MI Tahassus Ma arif NU Prapagkidul
Lirik Lagu Mars MI Tahassus Ma’arif NU Prapagkidul Insan berbudi dan berakhlak mulia Bertakwa pada Allah Ta’ala Menjadi anak yang sholih dan sholihah Pribadi Akhlussunah Wal Jama’ah Menjaga ukhuwah menegakkan syariat Menghafal Al Qur’an mengamalkan isinya
Semangat Kontingen MI Tahassus untuk Porsema
Kontigen MI Tahasus Ma’arif NU Prapagkidul (08/02/23) Pekan Olah Raga dan Seni Maarif (Porsema), merupakan kegiatan yang diselenggarakan dua tahun sekali mulai dari tingkat Kecamatan sampai tingkat pusat. Tujuan diadakannya kegiatan Porsema adalah sebagai
Menyongsong Abad ke dua NU bersama MI Tahassus Prapagkidul
Kegiatan Menyongsong Abad ke-2 NU MI Tahassus Ma’arif NU Prapagkidul
Study Banding MI Tahassus ke MIN 2 Sukoharjo
Study Banding ke MIN 2 Sukoharjo pada Rabu (15/02/23) Purworejo- MI Tahassus Ma’arif NU Prapagkidul mengadakan kegiatan Study Banding ke MIN 2 Sukoharjo pada Rabu (15/02/23). Kegiatan ini dalam rangka mengenal dan mempelajari program terkait kurikulum, ke
Mujahadah Rutin MI Tahassus
Secara bahasa arti mujahadah adalah bersungguh-sungguh, berjuang, berperang melawan musuh. Secara istilah mujahadah juga sering diartikan sebagai orang yang berusaha dengan sungguh-sungguh dan mengerahkan segala kemampuan untuk melawan musuh dengan tangan
Artikel

Ragam Artikel